Menyiapkan sistem…

Topik EVORA

Crypto dan Bitcoin: cara kerjanya, aturannya, dan cara memeriksanya

Jawaban singkat

Apa itu Bitcoin dan bagaimana cara kerjanya?

Bitcoin adalah sistem uang elektronik antarpengguna yang memungkinkan pembayaran dikirim langsung tanpa lembaga keuangan perantara, dirancang dalam whitepaper Satoshi Nakamoto yang diumumkan 31 Oktober 2008. Transaksi dikumpulkan dalam blok yang dirangkai dengan proof-of-work, dan koin berpindah lewat tanda tangan digital dari kunci privat pemiliknya.

Sumber: Satoshi Nakamoto, "Bitcoin: A Peer-to-Peer Electronic Cash System"; Satoshi Nakamoto Institute, surel 31 Okt 2008

Disusun tim editorial EVORA. Isi diperbarui 28 September 2026; data dan sumber diperiksa 25 September 2026. Daftar sumber lengkap ada di akhir halaman.

Isi inti

Bitcoin adalah sistem uang elektronik antarpengguna yang berjalan tanpa lembaga perantara. Aturan jaringannya membatasi pasokan di bawah 21 juta BTC dan memotong separuh hadiah blok baru setiap 210.000 blok, peristiwa yang disebut halving. Di Indonesia, Bitcoin tidak diakui sebagai alat pembayaran yang sah, sedangkan perdagangannya sebagai aset kripto diawasi OJK sejak 10 Januari 2025.

Cara kerja Bitcoin dalam empat kalimat

Transaksi dikumpulkan ke dalam blok. Penambang berlomba mengerjakan proof-of-work untuk menambahkan blok berikutnya ke rantai. Rantai terpanjang menjadi catatan yang disepakati, dan mengubah catatan lama berarti mengulang kerja itu. Koin berpindah tangan lewat tanda tangan digital dari kunci privat pemiliknya.

Semua ini tertulis di whitepaper sembilan halaman yang bisa dibaca gratis di bitcoin.org. Membaca sumber aslinya sekali lebih kuat daripada lima video rangkuman.

Angka yang bisa kamu hitung sendiri

Jadwal halving tertulis di kode Bitcoin Core: hadiah awal 50 BTC per blok, dipotong separuh setiap 210.000 blok.

Jadwal hadiah blok Bitcoin per halving
Halving ke-Mulai blokHadiah per blok
0 (awal)050 BTC
1210.00025 BTC
2420.00012,5 BTC
3630.0006,25 BTC
4840.000 (20 April 2024, UTC)3,125 BTC
51.050.0001,5625 BTC

Menjumlahkan semua hadiah sampai habis memberi 20.999.999,9769 BTC. Angka 21 juta di kode adalah batas atas pemeriksaan, sedikit di atas jumlah yang benar-benar bisa tercipta. Dengan target 10 menit per blok, 210.000 blok setara 1.458,33 hari, sekitar empat tahun.

Membaca indikator tanpa meramal

Indikator seperti Mayer Multiple (harga dibagi rata-rata 200 hari) membantu menjawab "posisi sekarang dibanding sejarahnya". Indikator tidak bisa menjawab "besok ke mana". EVORA menampilkan setiap indikator bersama rumusnya, tanggal datanya, dan catatan kapan ia keliru.

Sebaran skenario harga hanya terbit di satu tempat: laporan riset berlabel ORBIT PREDIKSI, lengkap dengan cara uji dan faktor yang membuatnya meleset. Halaman ini tidak memuatnya.

Yang kamu pelajari di EVORA

  • ORBIT, observatorium Bitcoin

    Tujuh lembar indikator dengan rumus terbuka, dihitung EVORA sendiri dari data harian. Tanggal data tercetak di setiap lembar.

    Buka ORBIT
  • Rekam jejak ORBIT

    Untuk setiap kejadian, EVORA membandingkan angka yang jujur bisa diklaim saat itu dengan yang benar-benar terjadi sesudahnya. Meleset ikut dicatat.

    Lihat rekam jejak
  • Kalkulator ORBIT

    Hitung ulang sendiri angka yang kamu baca di tempat lain.

    Buka kalkulator
  • Siklus tanpa meramal dan pola scam crypto

    Membaca halving sebagai hitungan pasokan, siapa yang memegang kunci, dan siapa yang mengonfirmasi klaim proyek. Pelajaran A08, A16, dan A17.

    Buka katalog Academy
  • Contoh unit gratis EVORA Genesis

    Satu unit contoh untuk membaca sejarah Bitcoin dari sumber aslinya.

    Unduh contoh unit

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa jumlah maksimum Bitcoin?

Jumlah maksimum Bitcoin yang bisa tercipta adalah 20.999.999,9769 BTC, hasil menjumlahkan semua hadiah blok sampai habis. Angka 21 juta yang sering dikutip adalah konstanta batas atas di kode Bitcoin Core, sedikit di atas jumlah yang benar-benar bisa tercipta. Hadiah blok terakhir yang masih lebih dari nol adalah 1 satoshi per blok.

Sumber: Bitcoin Core, kode sumber (validation.cpp, chainparams.cpp, amount.h)

Apakah Bitcoin legal di Indonesia?

Di Indonesia, Bitcoin tidak diakui sebagai alat pembayaran yang sah dan dilarang dipakai untuk membayar, menurut Bank Indonesia dengan dasar UU Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang. Perdagangannya sebagai aset kripto diatur dan diawasi OJK sejak 10 Januari 2025, sehingga yang perlu dicek adalah izin pedagangnya di whitelist OJK.

Sumber: Bank Indonesia, Siaran Pers No. 20/4/DKom, 13 Jan 2018; OJK dan Bappebti, Siaran Pers Bersama SP 05/GKPB/OJK/I/2025, 10 Jan 2025; OJK, SP 226/GKPB/OJK/XII/2025, Whitelist Pedagang Aset Keuangan Digital, 19 Des 2025

Siapa yang mengawasi aset kripto di Indonesia?

Pengawasan perdagangan aset kripto di Indonesia beralih dari Bappebti ke OJK sejak 10 Januari 2025, dengan aturan pokok POJK Nomor 27 Tahun 2024. Masa transisinya resmi berakhir 20 Januari 2026. OJK menerbitkan Whitelist Pedagang Aset Keuangan Digital berizin pada 19 Desember 2025 sebagai rujukan untuk mencocokkan platform.

Sumber: OJK dan Bappebti, Siaran Pers Bersama SP 05/GKPB/OJK/I/2025, 10 Jan 2025; OJK, SP 13/GKPB/OJK/I/2026, akhir masa transisi, 20 Jan 2026; OJK, SP 226/GKPB/OJK/XII/2025, Whitelist Pedagang Aset Keuangan Digital, 19 Des 2025

Berapa pajak crypto di Indonesia?

Pajak jual beli aset kripto di Indonesia diatur PMK 50/2025 yang berlaku sejak 1 Agustus 2025. Penjualan lewat pedagang aset keuangan digital dalam negeri dipungut PPh Pasal 22 final 0,21% dari nilai transaksi, dan 1% bila lewat platform luar negeri. Penyerahan aset kripto yang dipersamakan dengan surat berharga tidak lagi dikenai PPN.

Sumber: DJP, "PMK 50/2025: Babak Baru Pemajakan Aset Kripto"

Apakah halving menentukan harga Bitcoin?

Halving tidak menentukan arah harga Bitcoin. Yang diubah halving hanya jumlah Bitcoin baru per blok, dan aturan itulah yang bisa dihitung. Sejak 2012 baru ada empat halving, jadi sampel untuk menyimpulkan hubungannya dengan harga sangat kecil. EVORA mencatat seberapa jauh klaim historis meleset di rekam jejak ORBIT, termasuk yang keliru.

Sumber: Bitcoin Core, kode sumber (validation.cpp, chainparams.cpp, amount.h); EVORA, rekam jejak ORBIT

Batas halaman ini

Halaman ini edukasi umum, bukan nasihat investasi dan bukan ajakan membeli atau menjual aset kripto apa pun. EVORA tidak memberi saran kapan membeli atau menjual dan tidak meramal harga di halaman ini. Aturan pajak dan izin bisa berubah; angka di sini diperiksa 25 September 2026. Aset kripto bisa kehilangan sebagian besar nilainya.

Lanjutkan dari sini

Dua pintu, pilih yang cocok dengan langkahmu sekarang.

Gabung grup gratis

Tanpa biaya. Isi nama, nomor WhatsApp, dan minatmu, lalu tautan grup WhatsApp muncul.

Paket EVORA

Beli sekali, tanpa langganan. Isi dan status tiap paket ada di halaman paket.

Istilah di halaman ini

Sumber

  1. Satoshi Nakamoto, "Bitcoin: A Peer-to-Peer Electronic Cash System"
  2. Satoshi Nakamoto Institute, surel 31 Okt 2008
  3. Bitcoin Core, kode sumber (validation.cpp, chainparams.cpp, amount.h)
  4. mempool.space, blok 840.000
  5. Bank Indonesia, Siaran Pers No. 20/4/DKom, 13 Jan 2018
  6. OJK dan Bappebti, Siaran Pers Bersama SP 05/GKPB/OJK/I/2025, 10 Jan 2025
  7. OJK, SP 13/GKPB/OJK/I/2026, akhir masa transisi, 20 Jan 2026
  8. OJK, SP 226/GKPB/OJK/XII/2025, Whitelist Pedagang Aset Keuangan Digital, 19 Des 2025
  9. DJP, "PMK 50/2025: Babak Baru Pemajakan Aset Kripto"
  10. EVORA, rekam jejak ORBIT